
Kazakhstan semakin populer sebagai destinasi wisata yang belum banyak dijelajahi, dengan lanskap steppe yang luas, kota modern Astana, hingga pegunungan Tian Shan di timur. Yang menarik, negara terbesar di Asia Tengah ini memberlakukan kebijakan bebas visa yang cukup luas, termasuk untuk pemegang paspor Indonesia.
Sekilas tentang Kazakhstan

Kazakhstan terletak di Asia Tengah dengan sebagian kecil wilayahnya melintasi batas Eropa Timur, menjadikannya negara yang secara unik berada di dua benua. Dengan luas wilayah urutan kesembilan terbesar di dunia, Kazakhstan berbatasan langsung dengan Rusia di utara, China di timur, serta Kyrgyzstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan di selatan. Ibu kotanya adalah Astana, sementara kota terbesar dan pusat ekonominya adalah Almaty.
Kazakhstan Bebas Visa untuk Negara Mana Saja?

Kazakhstan memberlakukan kebijakan bebas visa secara unilateral untuk lebih dari 70 negara, termasuk seluruh negara anggota Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia. Program ini awalnya ditujukan untuk negara-negara dengan investasi asing langsung terbesar di Kazakhstan, namun terus diperluas sejak 2014 hingga kini mencakup puluhan negara tambahan.
Berikut daftar kawasan dan negara utama yang masuk dalam program bebas visa Kazakhstan:
-
Asia Tenggara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam
-
Asia Timur & Selatan: Jepang, Korea Selatan, China
-
Amerika: Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Meksiko, Kolombia, Chile
-
Eropa: Seluruh 27 negara anggota Uni Eropa, Inggris, Swiss, Norwegia, Islandia, Liechtenstein, Monaco, Vatikan
-
Timur Tengah & Afrika: Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Oman, Qatar, Israel
-
Oseania: Australia, Selandia Baru
Berapa Lama Boleh Tinggal di Kazakhstan Tanpa Visa?

Durasi tinggal berbeda-beda tergantung dari negara asal paspor. Pemegang paspor dari sebagian besar negara dalam daftar, termasuk Indonesia, mendapat izin tinggal maksimal 30 hari per kunjungan. Namun ada batas kumulatif yang perlu diperhatikan: total tinggal tidak boleh melebihi 90 hari dalam periode 180 hari berjalan. Ini berarti tidak bisa sekadar keluar-masuk perbatasan untuk mereset hitungan hari.
Untuk warga negara dari negara-negara anggota EAEU seperti Rusia, Armenia, Belarus, Kyrgyzstan, dan beberapa negara CIS lainnya, izin tinggal bisa mencapai 90 hari tanpa pendaftaran tambahan untuk 30 hari pertama.
Aturan Registrasi yang Wajib Diketahui

Satu hal yang sering diabaikan traveler adalah kewajiban registrasi jika tinggal lebih dari 5 hari kerja. Bagi yang menginap di hotel, proses ini dilakukan secara otomatis oleh pihak hotel saat check-in. Namun bagi yang menginap di akomodasi pribadi seperti Airbnb atau rumah teman, pemilik properti wajib mendaftarkan tamu melalui kantor migrasi setempat atau portal eGov.kz dalam waktu 3 hari kerja. Melewatkan kewajiban ini bisa berujung pada denda saat keluar dari Kazakhstan.
Bagaimana Jika Negara Tidak Termasuk Daftar Bebas Visa?
Warga negara yang tidak masuk daftar bebas visa tetap bisa mengunjungi Kazakhstan melalui skema e-Visa yang tersedia untuk sekitar 117 negara. Proses pengajuan dilakukan secara online melalui portal evisa.e.gov.kz dengan mengisi formulir, mengunggah dokumen, dan membayar biaya visa. E-Visa dikirimkan dalam format PDF ke email pemohon dan harus dibawa saat perjalanan. Perlu diperhatikan bahwa pemegang e-Visa umumnya hanya bisa masuk melalui Bandara Internasional Astana atau Almaty.
Tips Sebelum Berkunjung ke Kazakhstan
-
Pastikan paspor masih berlaku minimal sepanjang durasi kunjungan yang direncanakan
-
Siapkan bukti akomodasi dan tiket pulang karena petugas imigrasi bisa memintanya meski bebas visa
-
Pantau batas 90/180 hari jika berencana mengunjungi Kazakhstan lebih dari sekali dalam setahun
-
Unduh aplikasi terjemahan karena meski bahasa Rusia cukup umum, tanda-tanda di luar kota besar sering hanya dalam bahasa Kazakh
-
Cek pembaruan kebijakan sebelum berangkat karena daftar negara bebas visa Kazakhstan terus berkembang
Kebijakan bebas visa Kazakhstan menempatkan negara ini sebagai salah satu destinasi Asia Tengah yang paling mudah diakses. Bagi pemegang paspor Indonesia maupun sebagian besar paspor Asia dan Eropa Barat, Kazakhstan kini bisa masuk itinerari tanpa repot mengurus visa terlebih dahulu.