Airline Alliance: Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Dunia Penerbangan

Saat memesan tiket pesawat internasional, kamu mungkin pernah melihat penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai berbeda meski dibeli dari satu airline tertentu.

Hal tersebut biasanya terjadi karena adanya airline alliance (aliansi penerbangan), yaitu kerja sama antar maskapai penerbangan untuk memperluas rute, layanan, dan keuntungan bagi penumpang. 

Pengertian & Cara Kerja Airline Alliance 

Airline alliance, atau aliansi penerbangan, adalah kerja sama antara beberapa maskapai penerbangan untuk memperluas jaringan rute dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih terhubung bagi penumpang.

Dengan alliance, maskapai dapat berbagi jadwal penerbangan, kode penerbangan (codeshare), akses lounge, hingga program frequent flyer.

Cara kerjanya cukup sederhana:

  1. Penumpang bisa bepergian ke banyak destinasi meski menggunakan beberapa maskapai berbeda yang masih berada dalam satu alliance.
  2. Contohnya, kamu membeli tiket dari Singapore Airlines untuk rute Jakarta–Tokyo–New York.
  3. Namun, penerbangan Tokyo–New York bisa saja dioperasikan oleh United Airlines karena keduanya sama-sama tergabung dalam Star Alliance.
  4. Jadi, perjalanan tetap bisa dipesan dalam satu tiket dan koneksi penerbangannya lebih praktis.

Sistem ini membuat penerbangan internasional lebih praktis, sekaligus memungkinkan penumpang tetap mengumpulkan miles dan menikmati benefit antar maskapai dalam alliance yang sama.

Contoh Airline Alliance di Dunia

Saat ini, diketahui ada tiga airline alliance terbesar di dunia yang menaungi puluhan maskapai internasional.

Star Alliance

Star Alliance adalah aliansi maskapai terbesar di dunia dan menjadi airline alliance global pertama yang dibentuk pada tahun 1997.

Saat ini, Star Alliance memiliki 26 maskapai anggota dengan jaringan penerbangan ke lebih dari 190 negara sebagai berikut:

  • Aegean Airlines
  • Air Canada
  • Air China
  • Air India
  • Air New Zealand
  • All Nippon Airways (ANA)
  • Asiana Airlines
  • Austrian Airlines
  • Avianca
  • Brussels Airlines
  • Copa Airlines
  • Croatia Airlines
  • EgyptAir
  • Ethiopian Airlines
  • EVA Air
  • ITA Airways
  • LOT Polish Airlines
  • Lufthansa
  • Shenzhen Airlines
  • Singapore Airlines
  • South African Airways
  • SWISS
  • TAP Air Portugal
  • THAI Airways
  • Turkish Airlines
  • United Airlines

SkyTeam

SkyTeam dibentuk pada tahun 2000 dan dikenal memiliki jaringan kuat di Eropa, Amerika Utara, dan Asia. Saat ini SkyTeam melayani lebih dari 900 destinasi di lebih dari 140 negara, dengan daftar maskapai berikut:

Beberapa maskapai yang tergabung ke dalam aliansi ini, antara lain:

  • Aerolíneas Argentinas
  • Aeromexico
  • Air Europa
  • Air France
  • China Airlines
  • China Eastern Airlines
  • Delta Air Lines
  • Garuda Indonesia
  • Kenya Airways
  • KLM Royal Dutch Airlines
  • Korean Air
  • Middle East Airlines
  • SAS
  • Saudia
  • TAROM
  • Vietnam Airlines
  • Virgin Atlantic
  • XiamenAir

oneworld

Oneworld didirikan pada tahun 1999 dan berfokus pada pengalaman perjalanan premium bagi penumpang internasional. Jaringannya mencakup lebih dari 170 negara di seluruh dunia. 

Berikut adalah maskapai yang termasuk ke dalam aliansi Oneworld:

  • Alaska Airlines
  • Hawaiian Airlines
  • American Airlines
  • British Airways
  • Cathay Pacific
  • Fiji Airways
  • Finnair
  • Iberia
  • Japan Airlines (JAL)
  • Malaysia Airlines
  • Oman Air
  • Qantas
  • Qatar Airways
  • Royal Air Maroc
  • Royal Jordanian
  • SriLankan Airlines

Keuntungan & Kekurangan Menggunakan Maskapai dalam Satu Alliance

Menggunakan maskapai dalam satu alliance memiliki beberapa keuntungan bagi penumpang, terutama untuk perjalanan internasional multi-destinasi.

Keuntungannya:

  • Proses transit dan koneksi penerbangan lebih praktis
  • Bagasi biasanya dapat langsung diteruskan ke destinasi akhir
  • Bisa mengumpulkan dan menggunakan miles antar maskapai partner
  • Mendapat akses lounge dan benefit frequent flyer tertentu
  • Pilihan rute internasional menjadi lebih luas

Namun, ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Harga tiket belum tentu lebih murah dibanding maskapai non-alliance
  • Aturan bagasi dan layanan tetap bisa berbeda antar maskapai
  • Perubahan jadwal atau delay pada satu maskapai dapat mempengaruhi koneksi penerbangan lain
  • Benefit frequent flyer tertentu terkadang hanya berlaku pada kelas tiket tertentu

Mulai dari kemudahan transit, pengumpulan miles, hingga akses rute yang lebih luas, sistem kerja sama antar maskapai ini memberikan banyak keuntungan bagi penumpang.

Karena itu, sebelum memesan tiket pesawat, tidak ada salahnya untuk mengecek alliance dari maskapai yang digunakan agar perjalanan terasa lebih nyaman dan terhubung.

Related Articles

Mengenal Open Jaw Ticket untuk Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Mengenal Open Jaw Ticket untuk Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Apa Itu Codeshare Flight? Ini Cara Kerjanya dalam Penerbangan

Apa Itu Codeshare Flight? Ini Cara Kerjanya dalam Penerbangan

Ukuran Maksimal Bagasi Pesawat Menurut IATA untuk Penerbangan Internasional

Ukuran Maksimal Bagasi Pesawat Menurut IATA untuk Penerbangan Internasional

Update Keamanan Emirates 2025: Aturan Baru Penggunaan Powerbank di Dalam Pesawat

Update Keamanan Emirates 2025: Aturan Baru Penggunaan Powerbank di Dalam Pesawat

Harga Tiket Pesawat Fluktuatif? Ini Cara Set Price Alert di Google Flights dan Skyscanner

Harga Tiket Pesawat Fluktuatif? Ini Cara Set Price Alert di Google Flights dan Skyscanner

Article Summary