
Australia terkenal dengan satwa liarnya yang ikonik, seperti kanguru, koala, wombat, dan quokka.
Namun, masih banyak wisatawan yang menganggap satwa-satwa tersebut seperti hewan peliharaan yang bisa disentuh, dipeluk, atau diberi makan.
Padahal, interaksi yang tidak tepat dengan satwa liar di Australia merupakan pelanggaran serius dan bisa berujung pada denda hingga ribuan dolar Australia.
Mengapa Aturan Ini Sangat Ketat?

Australia memiliki ekosistem yang unik dan rentan terhadap gangguan manusia.
Ribuan spesies satwa asli dilindungi oleh berbagai peraturan federal maupun negara bagian, termasuk National Parks and Wildlife Act 1974, Nature Conservation Act 1992 (Queensland), dan Biodiversity Conservation Act 2016 (New South Wales).
Memberi makan, menyentuh, atau mendekati satwa liar terlalu dekat dapat mengubah perilaku alami mereka, membuat mereka bergantung pada manusia, serta meningkatkan risiko penularan penyakit.
Bagi banyak satwa liar, terbiasa dengan kehadiran manusia justru dapat membahayakan kelangsungan hidup mereka.
Aturan Interaksi Satwa Liar yang Paling Sering Dilanggar Turis
Banyak wisatawan tidak menyadari bahwa tindakan sederhana seperti memberi makan satwa, menyentuhnya, atau berfoto terlalu dekat dapat berujung pada sanksi.
Berikut beberapa pelanggaran yang paling sering terjadi:
1. Memberi Makan Satwa Liar
Memberi makan dingo, quokka, kanguru, atau satwa liar lainnya sangat dilarang.
Makanan manusia dapat mengganggu sistem pencernaan satwa dan membuat mereka bergantung pada manusia.
Di beberapa lokasi, pelanggaran ini dapat dikenakan denda lebih dari AUD 10.000.
2. Berfoto Selfie Terlalu Dekat dengan Satwa
Menyentuh, memegang, atau sengaja mendekati satwa liar demi mendapatkan foto selfie dapat dianggap sebagai pelanggaran.
Di K'gari (sebelumnya dikenal sebagai Fraser Island), dua wisatawan pernah didenda lebih dari AUD 1.500 per orang karena berfoto selfie dengan dingo.
3. Memisahkan Anak Satwa dari Induknya
Mengambil anak kanguru (joey) atau bayi wombat yang terlihat sendirian sangat tidak dianjurkan, meskipun tampak terlantar.
Sering kali induknya sebenarnya berada tidak jauh dari lokasi. Campur tangan yang tidak perlu dapat menyebabkan anak satwa tersebut kehilangan induknya dan berujung pada kematian.
4. Mengganggu Habitat Satwa
Masuk ke area konservasi tanpa izin, mengambil tanaman, atau merusak sarang satwa dapat dikenakan sanksi berat.
Dalam kasus yang serius, pelanggar bahkan dapat menghadapi tuntutan pidana atau hukuman penjara, terutama jika tindakan tersebut menyebabkan satwa terluka.
5. Menyentuh Koala di Alam Liar
Koala yang hidup di alam liar tidak boleh disentuh atau dipeluk.
Hanya beberapa sanctuary berlisensi di Queensland yang memiliki izin khusus untuk menawarkan pengalaman berinteraksi langsung dengan koala.
Satwa yang Paling Sering Menjadi Korban Perilaku Turis
Beberapa satwa paling populer di Australia juga merupakan satwa yang paling sering mengalami gangguan akibat perilaku wisatawan.
Meski terlihat tenang dan ramah, kanguru jantan dewasa dapat menendang dengan sangat kuat hingga menyebabkan cedera serius atau patah tulang.
Tidak sedikit upaya "selfie dengan kanguru" yang berakhir dengan kunjungan ke rumah sakit.
Quokka di Rottnest Island

Selfie dengan quokka memang sangat populer di media sosial. Namun, menyentuh quokka dilarang dan dapat dikenakan denda hingga AUD 300.
Pengunjung boleh mengambil foto dari dekat, tetapi tidak boleh menyentuh atau memberi makan mereka.
Dingo di K'gari

Dingo adalah satwa liar yang dilindungi dan tidak boleh diberi makan maupun didekati.
Interaksi yang terlalu sering dengan manusia dapat membuat dingo kehilangan rasa takut terhadap manusia. Akibatnya, mereka bisa dianggap berbahaya dan akhirnya dipindahkan atau bahkan dimatikan.
Koala

Koala yang hidup di alam liar tidak boleh disentuh.
Kontak dengan manusia dapat menularkan bakteri serta menyebabkan stres yang berdampak buruk pada kesehatan mereka.
Cara Berinteraksi dengan Satwa Liar Secara Bertanggung Jawab
Kunci utama menikmati satwa liar Australia adalah menghormati ruang dan perilaku alami mereka.
Pengalaman terbaik biasanya terjadi ketika satwa beraktivitas secara alami di habitatnya tanpa gangguan manusia.
Ikuti beberapa panduan berikut:
- Amati satwa dari jarak minimal 5 meter atau lebih.
- Gunakan lensa zoom untuk berfoto, bukan mendekati satwanya.
- Jangan pernah memberi makanan, termasuk roti, buah, atau camilan.
- Hindari suara keras dan gerakan mendadak yang dapat membuat satwa stres.
- Biarkan satwa mendekat dengan sendirinya jika mereka mau.
- Patuhi semua rambu dan petunjuk di taman nasional atau kawasan konservasi.
- Kunjungi sanctuary berlisensi jika ingin berinteraksi lebih dekat dengan satwa.
Alternatif Aman untuk Berinteraksi dengan Satwa Australia

Bagi wisatawan yang ingin melihat satwa Australia dari dekat, sanctuary berlisensi merupakan pilihan yang aman dan bertanggung jawab.
Tempat seperti Lone Pine Koala Sanctuary di Queensland dan Kangaroo Sanctuary di Alice Springs memungkinkan pengunjung melihat atau berinteraksi dengan satwa dalam lingkungan yang aman bagi hewan maupun manusia.
Biasanya, pengalaman ini juga disertai penjelasan dari ranger mengenai cara berinteraksi yang benar dan menghormati kesejahteraan satwa.
Apa yang Terjadi Jika Melanggar Aturan?
Besaran sanksi berbeda-beda tergantung negara bagian, lokasi, dan tingkat pelanggaran.
Beberapa konsekuensi yang dapat dikenakan antara lain:
- Denda langsung mulai dari AUD 300 hingga lebih dari AUD 10.000
- Pembatalan visa untuk pelanggaran yang serius
- Tuntutan pidana jika satwa terluka atau mati akibat tindakan pelanggar
- Larangan memasuki taman nasional atau kawasan konservasi dalam periode tertentu
- Sanksi tambahan untuk konten media sosial yang mendorong atau mempromosikan pelanggaran terhadap satwa liar
Kesimpulan
Aturan-aturan ini dibuat bukan untuk mempersulit wisatawan, melainkan untuk melindungi keanekaragaman hayati Australia yang unik.
Sebagai pengunjung, menghormati satwa liar dan mematuhi aturan yang berlaku adalah cara terbaik untuk membantu menjaga kelestarian satwa-satwa tersebut agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang di habitat alaminya.
