
Bagi jamaah haji lansia, penyandang disabilitas, atau siapa saja yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan untuk berjalan jauh, pertanyaan soal kursi roda di Masjidil Haram sering kali menjadi salah satu persiapan paling penting. Kabar baiknya, jawabannya tidak sesederhana "gratis" atau "bayar", karena keduanya tersedia, tergantung situasi dan statusnya.
Kursi Roda di Masjidil Haram: Gratis atau Berbayar?

Di Masjidil Haram, tersedia dua jalur layanan kursi roda: gratis dan berbayar. Keduanya disediakan oleh Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci (pengelola resmi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi), dan beroperasi 24 jam penuh sepanjang hari.
Kursi Roda Gratis
Kursi roda ini diperuntukkan bagi jamaah yang sekadar meminjam kursi roda tanpa pendamping pendorong resmi, dan tersedia di titik-titik pengambilan yang sudah ditentukan. Layanan ini untuk pemakaian mandiri di lingkungan Masjidil Haram, dengan syarat jamaah mendaftar terlebih dahulu dan mengembalikan kursi roda setelah selesai ibadah.
Kursi Roda Dengan Jasa Pendorong
Selain kursi roda gratis, ada juga kursi roda pendorong yang bersifat berbayar dengan tarif resmi yang telah ditetapkan pengelola masjid. Pendorong profesional berseragam akan mendampingi jamaah selama tawaf, sai, atau paket umrah penuh.
Khusus Jemaah Haji Reguler Lansia dan Disabilitas
Biaya sewa kursi roda beserta pendorong untuk umrah wajib ditanggung sepenuhnya oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Artinya, untuk umrah wajib, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sendiri sama sekali.
Langkah-Langkah Mendapatkan Kursi Roda Gratis di Masjidil Haram

Untuk mendapatkan layanan kursi roda tanpa biaya, ikuti langkah-langkah berikut:
Datangi Titik Pengambilan Resmi
Kursi roda gratis tersedia di dua area utama sekitar Masjidil Haram, yaitu di Halaman Timur dekat Gerbang 19 (Bab Al-Salam) dan Halaman Barat di Jembatan Al-Shubaika (Gerbang 64). Dua titik ini adalah lokasi distribusi resmi yang ditetapkan pengelola masjid.
Untuk informasi lebih detail, baca Panduan Lengkap Pintu Masuk untuk Jamaah Umroh dan Haji.
Daftarkan Nama Sebelum Menggunakan
Setibanya di titik pengambilan, jamaah wajib mendaftarkan nama terlebih dahulu. Proses ini diperlukan untuk melacak distribusi dan memastikan pengembalian kursi roda. Siapkan identitas seperti paspor atau kartu jamaah agar pendaftaran berjalan lancar.
Gunakan Selama Ibadah, Lalu Kembalikan
Setelah terdaftar, kursi roda bisa langsung digunakan di area Masjidil Haram. Begitu ibadah selesai, kursi roda harus segera dikembalikan ke titik pengambilan agar dapat digunakan oleh jamaah lain yang membutuhkan.
Tarif Resmi Sewa Kursi Roda di Mekkah: Paket Tawaf, Sai, dan Umrah Penuh

Bagi jamaah yang memerlukan jasa pendorong, pengelola Masjidil Haram telah menetapkan tarif resmi yang dibayarkan setelah ibadah selesai. Berikut rinciannya berdasarkan paket:
-
Paket Tawaf saja: SAR 100 (sekitar Rp442.000)
-
Paket Sai saja: SAR 100 (sekitar Rp442.000)
-
Paket umrah penuh (tawaf + sai): SAR 250 pra puncak haji (sekitar Rp1,1 juta)
-
Paket umrah penuh pasca puncak haji: SAR 500–600 (sekitar Rp2,2 juta–Rp2,6 juta)
Tarif ini ditetapkan oleh pengelola Masjidil Haram dan dapat berubah setiap musim haji sesuai kebijakan Pemerintah Arab Saudi. Pembayaran dapat dilakukan dengan riyal Saudi, kartu debit, maupun kartu kredit.
Cara Memesan Kursi Roda di Masjidil Haram: Kini Wajib Online

Mulai 20 Maret 2025, pemesanan layanan kursi roda berbayar (termasuk mobil golf) di Masjidil Haram resmi beralih ke sistem daring melalui Mulai 20 Maret 2025, Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci mengumumkan bahwa pemesanan layanan kursi roda berbayar dan mobil golf di Masjidil Haram harus dilakukan secara daring, tidak lagi bisa langsung di lokasi secara umum.
Untuk pemesanan daring, jamaah dapat menggunakan aplikasi Tanaqol (tanaqol.online) yang tersedia di Google Play Store dan App Store. Aplikasi ini memungkinkan jamaah memilih waktu, tanggal, dan paket ibadah (tawaf saja, sai saja, atau umrah penuh), serta melakukan pembayaran secara daring.
Catatan penting: Tanaqol bukan aplikasi resmi Kementerian Haji Arab Saudi, melainkan platform penyedia layanan kendaraan di dalam kawasan Masjidil Haram. Beberapa pengguna melaporkan kendala teknis, jadi sebaiknya daftar dan coba akses aplikasi ini sebelum tiba di Makkah agar tidak panik di lokasi.
Pengecualian tetap berlaku bagi:
-
Lansia di atas 65 tahun yang kesulitan memesan daring dapat langsung mendatangi titik layanan di dalam masjid untuk mendapat bantuan staf
-
Penyandang disabilitas terverifikasi mendapatkan akses golf car secara gratis tanpa perlu pemesanan elektronik sebelumnya
Alur Layanan Kursi Roda Khusus Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas

Jamaah haji lansia dan disabilitas mendapat jalur layanan yang lebih terstruktur melalui PPIH. Begini alurnya:
-
Setibanya di hotel Makkah, petugas haji akan mendata dan mengelompokkan jamaah yang membutuhkan kursi roda
-
Jamaah kemudian dibawa ke Masjidil Haram menggunakan bus shalawat khusus yang dilengkapi akses naik kursi roda
-
Petugas menyiapkan kartu kendali untuk memudahkan pengawasan selama proses ibadah dari titik awal hingga kembali ke titik semula
-
Titik koordinasi layanan kursi roda bagi jemaah haji lansia tersedia di terminal Syib Amir dan terminal Ajyad
Perlu dicatat, layanan gratis yang ditanggung PPIH ini hanya berlaku untuk umrah wajib. Untuk umrah sunah atau ibadah tambahan lainnya, biaya sewa kursi roda menjadi tanggungan jamaah masing-masing.
Waspada Oknum: Begini Ciri Pendorong Kursi Roda Resmi Masjidil Haram

Ini informasi penting yang wajib diketahui sebelum tiba di Masjidil Haram. Tidak semua orang yang menawarkan jasa dorong kursi roda adalah petugas resmi. Ada oknum tidak resmi yang sering menawarkan jasa dengan tarif di luar ketentuan, dan beberapa kasus bahkan berakhir dengan jamaah lansia ditinggal di tengah tawaf saat pendorong ilegal tersebut diamankan oleh askar (petugas keamanan masjid).
Berikut ciri pendorong kursi roda resmi berdasarkan imbauan Kementerian Agama RI:
-
Mengenakan rompi resmi petugas pendorong kursi roda
-
Warna rompi: abu-abu dan hijau lumut (shift pagi/siang) atau coklat (shift malam)
-
Terdapat nomor identifikasi di bagian dada dan punggung rompi
Jika ada seseorang yang menawarkan jasa kursi roda tanpa ciri-ciri di atas dan dengan tarif berbeda dari ketentuan resmi, abaikan tawaran tersebut dan segera minta bantuan petugas haji terdekat.
Bolehkah Membawa Kursi Roda Lipat Sendiri ke Tanah Suci?
Membawa kursi roda lipat dari negara asal adalah pilihan yang sepenuhnya sah dan diperbolehkan. Kursi roda model lipat dipilih karena lebih praktis dibawa, bisa dimasukkan ke bagasi tercatat setelah di-wrapping, dan memudahkan mobilitas sepanjang perjalanan, tidak hanya di Masjidil Haram, tetapi juga di bandara dan hotel.
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sudah menyediakan jalur khusus kursi roda di lantai tawaf dan sai, serta elevator dan eskalator yang ramah bagi pengguna kursi roda. Jika berencana membawa kursi roda sendiri, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu ke maskapai penerbangan mengenai prosedur pengangkutan di kabin atau bagasi.
Selain Kursi Roda, Ini Pilihan Mobilitas Lain di Masjidil Haram
Selain kursi roda, ada pilihan lain bagi jamaah yang membutuhkan bantuan mobilitas:
-
Skuter elektrik (scooter): Dapat dikendalikan sendiri, cocok untuk jamaah yang ingin lebih mandiri. Tersedia paket tawaf, sai, atau umrah penuh, dengan pemesanan melalui aplikasi Tanaqol (Google Play Store atau App Store) atau langsung di titik layanan dalam masjid.
-
Mobil golf (golf car): Tarif resmi SAR 50 untuk tawaf saja dan SAR 100 untuk sai. Penyandang disabilitas terverifikasi mendapat akses gratis bersama pendamping tanpa perlu pemesanan daring. Untuk jamaah umum, pemesanan dilakukan melalui aplikasi Tanaqol atau titik bantuan di dalam Masjidil Haram.
Tips Praktis Jamaah Haji dan Umrah Saat Menggunakan Kursi Roda di Masjidil Haram
-
Laporkan kebutuhan kursi roda kepada petugas kloter sejak di hotel, agar masuk dalam pendataan PPIH dan mendapat fasilitas resmi
-
Selalu bawa identitas (paspor atau kartu jamaah) untuk proses pendaftaran yang lebih cepat
-
Pilih waktu tawaf dan sai yang tidak terlalu ramai agar pergerakan kursi roda lebih lancar
-
Gunakan jalur khusus kursi roda di jalur tengah area sai dan lantai tawaf yang telah disediakan pengelola
-
Saat musim padat seperti Ramadan atau puncak haji, pesan layanan lebih awal untuk menghindari antrean panjang
-
Jangan sungkan meminta bantuan petugas haji berseragam yang berjaga 24 jam di terminal dan area Masjidil Haram
Kesimpulan
Layanan kursi roda di Masjidil Haram hadir dalam beberapa bentuk: gratis untuk peminjaman mandiri, berbayar dengan tarif resmi untuk jasa pendorong, dan sepenuhnya ditanggung pemerintah bagi jamaah haji lansia serta disabilitas untuk umrah wajib. Yang terpenting adalah selalu menggunakan layanan resmi, mengenali ciri petugas pendorong berseragam, dan memanfaatkan sistem pemesanan daring yang kini berlaku agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk.