Menelusuri Birmingham, Kota Asal Geng Shelby di Film Peaky Blinders: The Immortal Man

kota birmingham

Menginjakkan kaki di birmingham city memberikan sensasi seolah masuk ke set film. Sebagai traveler, menelusuri sudut Birmingham yang jadi saksi kejayaan thomas shelby dan peaky blinder adalah pengalaman epik. Udaranya seakan masih menyimpan gema langkah para gangster era industri yang kini bertransformasi menjadi kota modern menawan.

Menyelami Sisi Kelam dan Menawan dari Era Industri

era industri birmingham

Berjalan-jalan menyusuri kanal-kanal bersejarah di kota ini membuat Anda bisa langsung membayangkan bagaimana kerasnya kehidupan di awal abad ke-20. Berbeda dengan pandangan orang yang mungkin mengira kota ini sekadar kawasan pabrik usang, kota ini telah berevolusi menjadi destinasi wisata yang kaya akan budaya, tata kota bata merah peninggalan era Victoria, dan kehidupan lokal yang sangat dinamis.

Spot Wajib Kunjung bagi Pecinta Sejarah Shelby

Bagi kamu yang merencanakan itinerary jalan-jalan ke sini, ada beberapa titik krusial yang harus masuk daftar agar nuansa petualangan The Immortal Man makin terasa:

Kanal Gas Street Basin

Menyusuri perairan ini adalah keharusan. Percaya atau tidak, jaringan kanal di sini lebih panjang dari Venesia! Dulu, area ini adalah urat nadi perdagangan dan jalur utama penyelundupan barang gelap para geng. Kini, pinggiran kanalnya dipenuhi kafe estetik dan kapal warna-warni. Suasana senja di sini benar-benar membawa saya masuk ke dalam adegan ikonik film dengan latar kelam namun romantis.

Black Country Living Museum

Terletak sedikit di luar kota, museum open-air ini wajib masuk itinerary. Inilah lokasi syuting asli tempat para aktor beraksi! Berjalan di jalanan berbatu, melewati toko antik dan bengkel berasap dari era revolusi industri terasa sangat nyata. Interaksi dengan staf berkostum era 1920-an membuat saya seolah sedang bertatap muka langsung dengan anggota keluarga Shelby di markas mereka.

Kawasan Digbeth

Dulunya, ini adalah jantung industri berat tempat pekerja kasar dan geng jalanan berkuasa. Sekarang, Digbeth bertransformasi menjadi distrik paling kreatif. Bangunan pabrik bata merah yang dibiarkan grungy kini dihiasi street art memukau, kafe indie, dan bar underground. Menyusuri lorong-lorongnya memberi kesan vintage era industri yang menyatu sempurna dengan gaya hidup urban modern.

Harmoni Antara Masa Lalu dan Akademis

Universitas Birmingham

Selain napak tilas dunia bawah tanah para gangster, destinasi ini juga menawarkan pesona arsitektur yang megah. Berkeliling ke area pendidikan memberikan nuansa kontras yang menyegarkan dari kerasnya sejarah industri.

Menjelajah birmingham university

Sempatkan waktu mampir ke area kampus memukau ini. Berjalan di sekitar birmingham university memberi kontras indah dari sejarah keras kelas pekerja. Arsitektur bata merahnya, terutama Aston Webb Building, sangat ikonis. Sebagai traveler, mengagumi keanggunan pusat pendidikan bergengsi ini sambil bersantai di tamannya adalah cara sempurna menikmati sisi lain kota yang tenang dan elegan.

Kawasan Bullring & Grand Central

Puas menelusuri sejarah kelam era industri, saya beranjak ke pusat perbelanjaan ikonis ini. Bangunan futuristiknya yang berlapis cakram aluminium raksasa sangat kontras, namun menyatu apik dengan gereja klasik di sebelahnya. Jalan-jalan atau sekadar window shopping di sini menunjukkan transformasi luar biasa kota ini dari pusat pabrik berasap menjadi destinasi urban modern kelas dunia.

Panduan Praktis Transportasi dan Akomodasi untuk Pejalan

Transportasi dan Akomodasi untuk Wisatawan di Birmingham

Merencanakan logistik yang matang adalah kunci agar penjelajahan napak tilas ini berjalan dengan mulus. Mengingat cuaca Inggris yang sering kali sangat tidak tertebak, efisiensi waktu dan kenyamanan mobilitas harus selalu menjadi prioritas utama. Berikut adalah panduan logistik esensial bagi kamu yang merencanakan kunjungan:

Akses Utama dari London

Opsi paling masuk akal bagi pejalan internasional adalah mendarat di London, lalu melanjutkannya dengan kereta cepat dari Stasiun London Euston. Perjalanan ini biasanya hanya memakan waktu sekitar satu setengah jam, membawa Anda langsung tiba di stasiun Grand Central yang megah tanpa harus repot berpindah moda di tengah jalan.

Transportasi Dalam Kota yang Efisien

Pusat kota ini sebenarnya memiliki tata letak yang sangat ramah bagi pejalan kaki. Namun, untuk menjangkau pinggiran kota atau museum open-air yang letaknya sedikit lebih jauh, menggunakan jaringan trem (West Midlands Metro) atau jaringan bus lokal adalah opsi yang paling aman dan termurah. Pastikan untuk selalu membeli tiket harian terusan (day pass) agar anggaran transportasi harianmu tetap aman terkendali.

Pemilihan Lokasi Menginap

Jika kamu ingin menghemat waktu dan memiliki akses berjalan kaki yang mudah ke berbagai atraksi utama maupun pub bersejarah, mencari penginapan di sekitar kawasan Jewellery Quarter atau area Digbeth sangatlah disarankan. Selain harga sewanya yang cenderung lebih kompetitif dibandingkan menginap di area komersial utama, suasana vintage di kawasan ini membuat mood liburan ala mafia industri tetap terjaga sepenuhnya dari pagi hingga larut malam.

Merasakan Kehidupan Malam dan Kuliner Lokal

Setelah seharian merasa lelah berjalan menembus angin dingin dan menyerap sejarah yang berat, mengisi energi dengan kuliner lokal yang otentik adalah sebuah keharusan tak tertulis. Budaya kuliner di sini sangatlah kaya, banyak dipengaruhi oleh gelombang imigrasi besar-besaran yang terjadi sepanjang sejarah panjang kota ini. Pastikan untuk tidak melewatkan deretan pengalaman gastronomi berikut ini:

Menjelajahi Kawasan Balti Triangle

Jangan pernah mengaku sudah mampir ke kota ini jika kamu belum mencicipi semangkuk kari Balti yang legendaris. Konon, gaya memasak kari khas Asia Selatan dengan wajan besi ini pertama kali diciptakan di wilayah ini pada sekitar tahun 1970-an. Rasanya yang sangat kaya akan rempah amatlah cocok untuk menghangatkan tubuh setelah seharian berada di luar ruangan.

Nongkrong di Pub Bersejarah

Habiskan malammu di salah satu pub tertua yang bertebaran di sekitar pinggiran kanal kota. Memesan segelas bir lokal gelap (stout) sambil mendengarkan alunan live music akustik di dalam bangunan bata tua yang interior kayunya sudah mulai memudar akan memberikan sensasi nostalgia epik yang tak akan ternilai harganya.

Berburu Kuliner di Pasar Makanan Independen

Datangi area kuliner komunal di sekitar Digbeth Dining Club yang selalu dipenuhi oleh para pedagang makanan independen. Di sana, kamu bisa menemukan perpaduan street food modern dari seluruh penjuru dunia yang dijual dari dalam truk makanan berdesain artistik.

Tetap Terhubung Saat Menjelajahi Birmingham

Saat menjelajahi sudut-sudut ikonik Birmingham, koneksi internet menjadi kunci bagi traveler untuk membuka peta, mencari rute transportasi, mengecek jadwal kereta, dan menemukan spot foto bertema Peaky Blinders. Gunakan gSIM Europe dari Global Komunika, eSIM seumur hidup yang cukup diaktifkan sekali, lalu top up kuota data kapan saja tanpa perlu beli kartu baru.

Meninggalkan Jejak di Kota Sang Immortal Man

Mengakhiri perjalanan melintasi lipatan waktu di tempat ini sungguh meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan sulit dilupakan. Destinasi ini membuktikan dengan lantang bahwa dirinya jauh lebih bermakna dari sekadar deretan pabrik berasap atau sekadar latar belakang estetik dari sebuah drama televisi populer. Di balik fasad bata merahnya yang kokoh dan aliran kanal-kanalnya yang tenang, terdapat jiwa kota yang terus berdenyut konsisten.

Related Articles

Sebelum ke Eropa, Kenali Dulu Perbedaan Colokan Listrik di Berbagai Negara di Eropa

Sebelum ke Eropa, Kenali Dulu Perbedaan Colokan Listrik di Berbagai Negara di Eropa

Jangan Sampai Dimarahi! Etika Eskalator di London dan Kota Besar Eropa

Jangan Sampai Dimarahi! Etika Eskalator di London dan Kota Besar Eropa

Awas Keliru, Kenali Perbedaan Budaya Memberi Tip di Asia, Eropa, dan Amerika

Awas Keliru, Kenali Perbedaan Budaya Memberi Tip di Asia, Eropa, dan Amerika

Article Summary