
Salah satu pertanyaan yang paling sering membuat calon traveler cemas saat mengajukan visa adalah soal bukti dana. Imigrasi dan kedutaan ingin memastikan bahwa pemohon mampu membiayai perjalanan sendiri tanpa menjadi beban negara tujuan. Rekening koran menjadi dokumen utama yang diminta, tapi nominalnya tidak selalu sama untuk setiap negara.
Apa Itu Rekening Koran dan Kenapa Wajib Dilampirkan?

Rekening koran adalah laporan resmi dari bank yang mencatat seluruh riwayat transaksi pada suatu rekening dalam periode tertentu, biasanya per bulan. Dokumen ini memuat saldo awal, saldo akhir, serta detail arus masuk dan keluar dana. Bagi pihak imigrasi, rekening koran bukan sekadar bukti saldo, melainkan cerminan kestabilan keuangan pemohon secara keseluruhan.
Berapa Nominal Dana yang Biasanya Diminta?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku universal karena setiap negara memiliki standar yang berbeda. Berikut gambaran umum yang berlaku saat ini:
-
Visa Schengen (Eropa): sekitar EUR 50–100 per hari perjalanan, atau setara Rp 50–100 juta untuk durasi 10–14 hari
-
Visa Jepang: disarankan Rp 20–50 juta per orang, tergantung durasi dan jumlah anggota perjalanan
-
Visa Korea Selatan: saldo disarankan sekitar Rp 25–50 juta tergantung durasi perjalanan
-
Visa Australia: berkisar Rp 75–150 juta, sesuai durasi dan tujuan kunjungan
-
Visa kunjungan ke Indonesia (bagi WNA): minimal setara USD 2.000 berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 11 Tahun 2024
Yang lebih penting dari nominalnya adalah kestabilan saldo. Dana yang sudah ada sejak lama jauh lebih meyakinkan dibanding dana besar yang baru masuk mendadak sebelum pengajuan.
Dokumen Bukti Dana yang Umumnya Diminta

Selain rekening koran, imigrasi dan kedutaan kerap meminta dokumen pendukung lainnya untuk memperkuat gambaran kondisi finansial pemohon.
-
Rekening koran 3 bulan terakhir dengan stempel dan kop resmi bank, atas nama pemohon
-
Surat Keterangan Saldo (SKS) yang mencantumkan jumlah dana pada tanggal tertentu
-
Surat referensi bank yang menyatakan pemohon adalah nasabah aktif dengan rekam jejak transaksi baik
-
Slip gaji 3 bulan terakhir sebagai bukti penghasilan rutin
-
Surat keterangan kerja yang memperkuat bahwa pemohon memiliki alasan untuk kembali ke negara asal
-
NPWP atau SPT Tahunan untuk beberapa jenis visa atau negara tertentu
Jika biaya perjalanan ditanggung pihak lain seperti orang tua atau pasangan, rekening koran penjamin harus disertakan bersama dokumen yang membuktikan hubungan keluarga seperti akta lahir atau buku nikah.
Cara Mendapatkan Rekening Koran

Rekening koran bisa diperoleh melalui dua jalur: langsung ke kantor cabang bank atau secara online melalui aplikasi perbankan digital.
Untuk rekening koran dengan stempel resmi bank, yang umumnya dibutuhkan untuk visa Schengen, Australia, dan Inggris, proses dilakukan di kantor cabang dengan menunjukkan buku tabungan asli dan identitas diri. Untuk visa Asia seperti Jepang dan Korea, cetak mandiri via aplikasi seperti myBCA, Livin' by Mandiri, atau internet banking BNI umumnya sudah diterima. Biaya cetak bervariasi antar bank, mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 10.000 per lembar.
Tips Agar Rekening Koran Diterima Imigrasi
-
Hindari setoran mendadak dalam jumlah besar sebelum pengajuan karena justru terlihat mencurigakan
-
Pastikan nama di rekening identik dengan nama di paspor, termasuk ejaan
-
Rekening harus aktif dengan riwayat transaksi yang wajar dan konsisten
-
Cetak versi fisik berkop bank jika mengajukan visa ke negara yang memerlukan dokumen fisik resmi
-
Siapkan minimal 3 bulan terakhir, beberapa kedutaan meminta hingga 6 bulan
Bukti dana yang kuat bukan jaminan visa pasti diterima, tapi dokumen yang lemah hampir pasti menjadi alasan penolakan. Persiapkan rekening koran jauh sebelum tanggal pengajuan agar kondisi finansial terlihat stabil dan konsisten.