
Ada tempat di dunia yang tidak sekadar indah untuk dilihat, tapi juga membuat Anda merasakan sejarah secara nyata. Pompeii adalah salah satunya. Kota kuno Romawi ini terkubur oleh letusan Gunung Vesuvius pada 79 Masehi, dan saat digali berabad-abad kemudian, jalan berbatu, lukisan dinding, bahkan sisa makanan tampak seolah baru ditinggalkan. Mengunjungi Pompeii adalah perjalanan menembus waktu.
Pompeii Dimana? Lokasi dan Cara Menuju ke Sana

Sebelum merencanakan perjalanan, penting untuk diketahui: Pompeii berada di Campania, Italia Selatan, tepatnya di Provinsi Napoli. Situs arkeologi ini berjarak sekitar 23 km tenggara Kota Napoli, terletak di kaki Gunung Vesuvius yang masih aktif. Perlu dicatat ada dua “Pompeii”: kota modern Pompei di sekitar penggalian, dan situs arkeologi Pompeii kuno yang jadi tujuan wisata utama.
Cara Menuju Pompeii dari Napoli

Napoli adalah pintu gerbang utama menuju Pompeii. Dari Napoli, ada beberapa pilihan transportasi yang bisa digunakan:
-
Circumvesuviana (kereta lokal) — cara paling populer dan terjangkau. Naik kereta dari Napoli Centrale menuju Stasiun Pompeii Scavi – Villa dei Misteri, perjalanan sekitar 35–40 menit. Tiket sekitar €2,80 per orang (2025)
-
Kereta EAV — alternatif dari Napoli dengan rute yang serupa, sama nyaman dan terjangkau
-
Bus dari Napoli — tersedia, namun lebih lambat dibanding kereta karena kondisi lalu lintas
-
Mobil sewaan — fleksibel jika ingin sekaligus mengunjungi Vesuvius atau Herculaneum. Parkir tersedia di sekitar situs
-
Tur terorganisir — banyak agen wisata dari Napoli, Roma, maupun Amalfi Coast menawarkan day trip ke Pompeii dengan pemandu berbahasa Indonesia atau Inggris
Cara Menuju Pompeii dari Roma

-
Kereta cepat (Frecciarossa/Italo) dari Roma Termini ke Napoli Centrale memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit, lalu lanjut Circumvesuviana ke Pompeii. Total perjalanan sekitar 2 jam
-
Day trip dari Roma — sangat memungkinkan karena jarak yang relatif dekat. Berangkat pagi, kembali malam hari
Sejarah Singkat Pompeii: Kota yang Terkubur Dalam Semalam

Untuk benar-benar menghargai apa yang Anda lihat di Pompeii city, penting untuk memahami sejarah di balik reruntuhan yang berdiri di hadapan Anda. Pompeii bukan kota kecil yang terlupakan — ini adalah salah satu kota pelabuhan paling makmur di Kekaisaran Romawi.
Pompeii Sebelum Letusan
Pada abad pertama Masehi, Pompeii adalah kota yang ramai dan kosmopolitan. Dengan populasi diperkirakan antara 11.000 hingga 20.000 jiwa, kota ini memiliki:
-
Forum (alun-alun publik) sebagai pusat kehidupan politik dan ekonomi
-
Amfiteater yang mampu menampung 20.000 penonton — salah satu yang tertua di dunia Romawi
-
Dua teater untuk pertunjukan drama dan seni
-
Puluhan thermopolium (warung makan) yang melayani warga setiap hari
-
Jaringan air bersih dan sistem sanitasi yang maju untuk zamannya
-
Pasar, toko, kuil, dan rumah-rumah mewah dengan mosaik dan fresco yang indah
Penemuan Kembali Pompeii

Pompeii mulai ditemukan kembali secara kebetulan pada tahun 1599, ketika seorang arsitek bernama Domenico Fontana menemukan sisa-sisa tembok kota saat menggali saluran air. Namun penggalian sistematis baru dimulai pada tahun 1748 atas perintah Raja Charles III dari Napoli. Sejak saat itu, lebih dari dua pertiga kawasan kota telah berhasil digali — dan ekskavasi masih terus berlanjut hingga hari ini.
Apa yang Bisa Dilihat di Pompeii City

Kawasan arkeologi Pompeii city sangat luas — sekitar 44 hektar yang bisa dijelajahi. Jangan berharap bisa melihat semuanya dalam satu hari tanpa persiapan. Berikut adalah spot-spot yang paling wajib dikunjungi:
Forum Romawi
Forum adalah jantung kehidupan Pompeii kuno. Di sinilah warga berkumpul untuk berdagang, berpolitik, dan beribadah. Dari Forum, Anda bisa melihat langsung latar belakang Gunung Vesuvius yang menjulang di kejauhan — pemandangan yang terasa sangat dramatik mengingat sejarahnya.
-
Basilika — gedung pengadilan dan pusat bisnis terbesar di kota
-
Kuil Jupiter — kuil utama yang menghadap langsung ke Forum
-
Macellum — pasar utama kota dengan atap melingkar yang khas
Villa of the Mysteries (Villa dei Misteri)
Terletak di pinggiran kota, villa ini menyimpan salah satu fresco Romawi paling menakjubkan yang pernah ditemukan. Lukisan dinding sepanjang hampir 17 meter ini menggambarkan ritual misterius — kemungkinan besar upacara inisiasi pemujaan Dionysus — dengan warna merah pompeian yang hingga kini masih memukau. Ini adalah mahakarya seni yang harus Anda lihat langsung.
House of the Faun (Casa del Fauno)
Salah satu rumah pribadi terbesar dan termewah di Pompeii, milik keluarga bangsawan Romawi yang kaya raya. Di sinilah ditemukan mosaik Alexander Agung yang terkenal (kini dipajang di Museo Archeologico Nazionale di Napoli). Ukuran dan kemegahan rumah ini memberi gambaran nyata tentang betapa makmurnya kehidupan kelas atas di Pompeii.
Amfiteater Pompeii
Dibangun sekitar tahun 70 SM, amfiteater ini adalah salah satu yang tertua yang masih bertahan di dunia Romawi. Mampu menampung hingga 20.000 penonton, arena ini digunakan untuk gladiator dan pertunjukan spektakel lainnya. Uniknya, Pink Floyd pernah menggelar konser di sini pada tahun 1971 — salah satu momen musik paling ikonik dalam sejarah.
Thermopolium of Regio V
Baru digali sepenuhnya pada 2020, thermopolium ini adalah "warung makan cepat saji" Romawi yang luar biasa lengkap. Ditemukan dengan sisa-sisa makanan yang masih ada di dalam wadahnya, lukisan dinding yang menggambarkan menu makanan, bahkan tulang-tulang hewan dan sisa biji-bijian. Penemuan ini mengubah cara kita memahami kehidupan sehari-hari warga Pompeii biasa.
Cetakan Tubuh Korban (Plaster Casts)
Ini mungkin bagian paling emosional dari seluruh kunjungan ke Pompeii. Cetakan gips para korban — dalam posisi terlungkup, memeluk satu sama lain, atau menutupi wajah — dipajang di beberapa titik di dalam kawasan, termasuk di Garden of the Fugitives. Momen-momen terakhir manusia yang terabadikan ini tidak akan mudah terlupakan.
Lupanar (Rumah Bordil Kuno)
Salah satu bangunan yang paling banyak dikunjungi di Pompeii, Lupanar adalah rumah bordil resmi satu-satunya yang telah diidentifikasi di kota ini. Yang membuatnya unik adalah fresco-fresco di atas pintu setiap kamar yang menggambarkan berbagai adegan — konon digunakan sebagai semacam "menu" bagi pelanggan yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Latin.
Tips Berkunjung ke Pompeii

Kawasan arkeologi Pompeii city sangat luas — sekitar 44 hektar yang bisa dijelajahi. Jangan berharap bisa melihat semuanya dalam satu hari tanpa persiapan. Berikut adalah spot-spot yang paling wajib dikunjungi:
Forum Romawi
Forum adalah jantung kehidupan Pompeii kuno. Di sinilah warga berkumpul untuk berdagang, berpolitik, dan beribadah. Dari Forum, Anda bisa melihat langsung latar belakang Gunung Vesuvius yang menjulang di kejauhan — pemandangan yang terasa sangat dramatik mengingat sejarahnya.
-
Basilika — gedung pengadilan dan pusat bisnis terbesar di kota
-
Kuil Jupiter — kuil utama yang menghadap langsung ke Forum
-
Macellum — pasar utama kota dengan atap melingkar yang khas
Villa of the Mysteries (Villa dei Misteri)
Terletak di pinggiran kota, villa ini menyimpan salah satu fresco Romawi paling menakjubkan yang pernah ditemukan. Lukisan dinding sepanjang hampir 17 meter ini menggambarkan ritual misterius — kemungkinan besar upacara inisiasi pemujaan Dionysus — dengan warna merah pompeian yang hingga kini masih memukau. Ini adalah mahakarya seni yang harus Anda lihat langsung.
House of the Faun (Casa del Fauno)
Salah satu rumah pribadi terbesar dan termewah di Pompeii, milik keluarga bangsawan Romawi yang kaya raya. Di sinilah ditemukan mosaik Alexander Agung yang terkenal (kini dipajang di Museo Archeologico Nazionale di Napoli). Ukuran dan kemegahan rumah ini memberi gambaran nyata tentang betapa makmurnya kehidupan kelas atas di Pompeii.
Amfiteater Pompeii
Dibangun sekitar tahun 70 SM, amfiteater ini adalah salah satu yang tertua yang masih bertahan di dunia Romawi. Mampu menampung hingga 20.000 penonton, arena ini digunakan untuk gladiator dan pertunjukan spektakel lainnya. Uniknya, Pink Floyd pernah menggelar konser di sini pada tahun 1971 — salah satu momen musik paling ikonik dalam sejarah.
Thermopolium of Regio V
Baru digali sepenuhnya pada 2020, thermopolium ini adalah "warung makan cepat saji" Romawi yang luar biasa lengkap. Ditemukan dengan sisa-sisa makanan yang masih ada di dalam wadahnya, lukisan dinding yang menggambarkan menu makanan, bahkan tulang-tulang hewan dan sisa biji-bijian. Penemuan ini mengubah cara kita memahami kehidupan sehari-hari warga Pompeii biasa.
Cetakan Tubuh Korban (Plaster Casts)
Ini mungkin bagian paling emosional dari seluruh kunjungan ke Pompeii. Cetakan gips para korban — dalam posisi terlungkup, memeluk satu sama lain, atau menutupi wajah — dipajang di beberapa titik di dalam kawasan, termasuk di Garden of the Fugitives. Momen-momen terakhir manusia yang terabadikan ini tidak akan mudah terlupakan.
Lupanar (Rumah Bordil Kuno)
Salah satu bangunan yang paling banyak dikunjungi di Pompeii, Lupanar adalah rumah bordil resmi satu-satunya yang telah diidentifikasi di kota ini. Yang membuatnya unik adalah fresco-fresco di atas pintu setiap kamar yang menggambarkan berbagai adegan — konon digunakan sebagai semacam "menu" bagi pelanggan yang tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Latin.
Tips Berkunjung ke Pompeii

Gunakan gSIM Europe agar tetap online selama menjelajahi Italia dan berbagai negara Eropa. eSIM ini berlaku seumur hidup, cukup sekali aktivasi lalu Anda hanya perlu top up kuota data kapan saja saat dibutuhkan. Praktis tanpa ganti kartu SIM, sehingga Anda bisa tetap terhubung untuk navigasi, mencari informasi destinasi, hingga membagikan momen perjalanan secara real-time.
Mengapa Pompeii Wajib Masuk Bucket List Anda
Pompeii bukan sekadar reruntuhan. Ini adalah kota yang hidup — terhenti dalam waktu, tetapi berbicara sangat keras tentang siapa kita sebagai manusia: bagaimana kita makan, mencintai, bekerja, beribadah, bermain, dan pada akhirnya menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar dari diri kita. Mengunjungi Pompeii adalah pengalaman yang melampaui buku sejarah mana pun.