
Social Credit System (SCS), atau yang sering disebut China social credit system, adalah sistem penilaian yang dikembangkan pemerintah Tiongkok untuk menilai tingkat “kepercayaan” pelaku ekonomi dan perilaku sosial berbasis data digital. Sistem ini kerap menuai kontroversi karena dianggap sebagai bentuk pengawasan masif. Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah sistem ini juga berdampak pada turis asin?
Apa Itu Social Credit System China?

Sistem yang sering disingkat menjadi social credit china ini bukanlah satu angka tunggal yang dipakai untuk menilai semua orang di seluruh China. Sebaliknya, ini adalah serangkaian program dan basis data yang dikembangkan untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap hukum, risiko kredit finansial, dan tingkat kepercayaan dalam berbagai konteks, termasuk perusahaan, individu yang tinggal di China, dan lembaga usaha.
Apakah Turis Asing Terpengaruh oleh Sistem Ini?

Turis tidak memiliki social credit score dan tidak tercatat dalam sistem nasional karena belum pernah tinggal atau bekerja resmi di China. Penilaian kredit biasanya hanya berlaku bagi warga asing yang menetap lebih lama, seperti mahasiswa atau pekerja, dan sifatnya finansial (mirip credit reporting perbankan). Penilaian juga dapat diterapkan pada perusahaan asing, tetapi hanya untuk kepatuhan bisnis.
Tantangan Bagi Turis Asing di China: Bukan karena Social Credit

Social credit system bukan masalah utama bagi turis, tetapi tantangan tetap ada. Pembayaran digital di china seperti Alipay dan WeChat Pay sangat dominan, meski kini sudah mendukung kartu internasional. Beberapa bisnis menolak tunai atau kartu asing karena faktor operasional. Selain itu, banyak hoaks beredar soal turis yang “dinilai” social credit-nya, padahal tidak ada aturan resmi bahwa turis dinilai menggunakan social credit system.
Kesimpulan
Sistem kredit sosial Tiongkok tidak berlaku secara langsung untuk wisatawan asing jangka pendek. Penilaian terbatas pada warga negara asing yang tinggal jangka panjang atau melakukan bisnis, terutama dalam konteks keuangan dan regulasi. Tantangan yang dihadapi wisatawan di Tiongkok umumnya bersifat teknis, seperti sistem pembayaran digital dan praktik lokal—bukan sistem kredit sosial itu sendiri.