
Banyak traveler yang masih bingung membedakan antara transit, layover, dan stopover padahal ketiga istilah ini punya makna berbeda dalam penerbangan. Memahami perbedaan ini penting untuk merencanakan perjalanan dengan lebih efisien, menghemat biaya, dan bahkan mengubah connecting flight menjadi mini vacation. Artikel ini menjelaskan lengkap perbedaan dari ketiga istilah tersebut dan mana yang lebih menguntungkan.
Apa Itu Transit, Layover, dan Stopover?

Transit
Transit adalah proses perpindahan singkat dari satu pesawat ke pesawat lain di bandara yang sama atau berbeda dalam perjalanan menuju destinasi akhir. Dalam konteks transit pesawat, penumpang biasanya tetap di area international transit atau airside tanpa melewati imigrasi dan tidak keluar dari bandara.Durasi transit umumnya singkat mulai dari 45 menit hingga beberapa jam, dan bagasi biasanya di-check through langsung ke destinasi akhir.
Layover
Layover artinya adalah jeda waktu antara dua penerbangan connecting yang berlangsung kurang dari 24 jam di bandara transit. Layover memberikan waktu lebih banyak untuk menunggu penerbangan berikutnya. Selama layover, penumpang bisa memilih tetap di dalam terminal bandara untuk beristirahat, makan, atau shopping, atau keluar bandara untuk eksplorasi singkat kota jika waktu dan visa memungkinkan.
Stopover
Stopover adalah jeda lebih dari 24 jam antara penerbangan connecting yang memungkinkan traveler untuk mengeksplorasi kota transit dengan lebih leluasa bahkan menginap semalam atau beberapa hari. Banyak maskapai menawarkan stopover program dengan harga tiket yang sama atau sedikit lebih mahal, kadang termasuk hotel gratis atau diskon untuk mempromosikan tourism di hub city mereka.
Perbedaan Utama: Transit, Layover, dan Stopover

Durasi Waktu
Transit berlangsung 45 menit hingga beberapa jam, layover kurang dari 24 jam, dan stopover lebih dari 24 jam, ini adalah pembeda utama ketiganya yang menentukan aktivitas yang bisa dilakukan.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Transit hanya cukup untuk pindah gate dan istirahat, layover memungkinkan shopping atau quick city tour jika waktu cukup, sementara stopover memberikan kesempatan penuh untuk eksplorasi kota dan menginap di hotel.
Bagasi dan Imigrasi
Untuk transit dan layover dengan satu tiket, bagasi biasanya di-check through ke destinasi akhir kecuali di Amerika Serikat, sedangkan stopover atau tiket terpisah biasanya harus ambil bagasi dan re-check sendiri.
Keuntungan Memilih Transit

Pilih transit jika tujuan utama adalah sampai di destinasi akhir secepat mungkin tanpa ingin mengeksplorasi kota transit. Transit singkat juga lebih aman jika traveling dengan anak kecil atau orang tua yang tidak nyaman dengan perjalanan panjang dan kompleks yang butuh energi ekstra.
Keuntungan Memilih Layover

Layover biasanya lebih murah dibanding direct flight karena maskapai menawarkan harga kompetitif untuk rute connecting yang menggunakan hub mereka. Jika durasi layover 6-12 jam, ini waktu ideal untuk keluar bandara dan quick sightseeing tanpa terlalu lelah, beberapa maskapai bahkan menawarkan free city tour untuk layover panjang.
Keuntungan Memilih Stopover

Stopover memungkinkan untuk mengunjungi dua atau tiga negara dalam satu trip dengan harga tiket hampir sama dengan direct flight ke destinasi akhir, sangat cost-effective. Banyak maskapai seperti Icelandair, Turkish Airlines, dan Singapore Airlines punya stopover program dengan benefit seperti hotel gratis atau diskon tours yang memperkaya pengalaman travel.
Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Anda?
Tidak ada jawaban absolut mana yang lebih baik antara transit, layover, atau stopover, semua tergantung prioritas, budget, dan waktu yang Anda miliki. Transit cocok untuk efficient travel, layover memberikan balance antara hemat dan sedikit eksplorasi, sementara stopover ideal untuk adventure seekers yang ingin multi-destination experience.