
Thailand tetap jadi destinasi favorit dunia, tapi aturan masuknya berubah signifikan di 2026.
Dari Thailand Digital Arrival Card (TDAC) yang wajib, hingga rencana pemangkasan masa visa-free dari 60 menjadi 30 hari, traveler perlu update agar perjalanan ke Bangkok atau Phuket tetap lancar.
Status Visa-Free 2026
Per April 2026, Thailand masih memberlakukan visa exemption 60 hari untuk warga negara dari 93 negara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, UK, EU, USA, Kanada, dan Australia.
Namun, pemerintah Thailand sedang meninjau pemotongan masa tinggal menjadi 30 hari. Per saat ini, kebijakan baru tersebut belum diberlakukan resmi.
Visitor visa-free dapat memperpanjang stay hingga 30 hari tambahan dengan biaya 1.900 THB.
Kartu Kedatangan Digital Thailand (TDAC) Wajib

TDAC adalah formulir digital wajib yang menggantikan TM6 kertas. Sejak 1 Mei 2025, TDAC berlaku untuk semua wisatawan asing yang masuk Thailand melalui udara, darat, maupun laut.
- Diisi maksimal 72 jam sebelum kedatangan
- Akses melalui portal resmi Thailand Immigration Bureau
- Hasil berupa QR code yang harus ditunjukkan saat tiba
- Gratis, tidak ada biaya pengisian
- Wajib untuk semua jenis visa, termasuk visa-exempt
- Pengecualian hanya untuk warga Thailand dan diplomat
Proof of Funds: Aturan yang Sering Disepelekan
Sejak 2026, otoritas Thailand mengetatkan pengecekan proof of funds. Petugas imigrasi berhak meminta bukti dana sebelum memberikan stempel masuk.
- Minimal 20.000 THB per orang
- 40.000 THB untuk keluarga
- Cash lebih disukai sebagai bukti
- Bank statement atau kartu kredit sebagai cadangan
- Bukti tiket pulang atau onward travel
Visa on Arrival untuk Negara Tertentu
Thailand mempertahankan program Visa on Arrival untuk 31 negara, termasuk China, India, Saudi Arabia, Taiwan, Russia, dan Mexico.
Pemegang VoA juga wajib mengisi TDAC dengan biaya sekitar 2.000 THB dan masa berlaku 15 hari.
Visa Khusus Long-Stay
Bagi yang ingin tinggal lebih lama, Thailand menawarkan beberapa kategori visa baru yang berlaku di 2026.
- Destination Thailand Visa (DTV): untuk remote workers dan workcation
- Non-Immigrant ED Plus Visa: untuk pelajar internasional
- Long-Term Resident (LTR) Visa: untuk profesional dan investor
- Retirement Visa (O-A): untuk warga 50+ dengan dana cukup
- Marriage Visa: bagi yang menikah dengan warga Thailand
Panduan Praktis ke Bangkok
Bangkok adalah hub utama untuk masuk Thailand dengan dua bandara internasional besar.
Bandara Suvarnabhumi (BKK)

Bandara utama Bangkok, melayani sebagian besar penerbangan internasional. Akses ke pusat kota via Airport Rail Link (45 menit), taksi meter, atau Grab.
Bandara Don Mueang (DMK)

Hub maskapai low-cost seperti AirAsia dan Nok Air. Akses ke kota lebih jauh, gunakan A1/A2 bus atau taksi.
Transportasi Dalam Kota
BTS Skytrain, MRT subway, dan taksi meter sangat terjangkau. Pakai Rabbit Card untuk BTS atau MRT card untuk efisiensi.
Apa yang Akan Berubah di Masa Depan?
Otoritas Thailand sedang membahas beberapa kebijakan yang berpotensi diberlakukan di 2026 atau 2027.
- Pemangkasan visa-free dari 60 ke 30 hari
- Tourism entry fee sekitar 300 THB untuk traveler udara
- VoA expansion ke 8 negara tambahan (masih review)
- Penyederhanaan kategori non-immigrant visa dari 17 menjadi 7
Tips Lolos Imigrasi Thailand
Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk memperlancar proses imigrasi tanpa drama tidak perlu di counter.
- Isi TDAC tepat waktu (72 jam sebelum kedatangan)
- Siapkan cash 20.000 THB atau bukti finansial
- Bawa printout tiket pulang dan booking hotel
- Hindari pola back-to-back entry yang sering
- Berpakaian rapi dan bersikap kooperatif
- Simpan dokumen di ponsel dan cetak
Thailand tetap salah satu destinasi termudah dijangkau di Asia Tenggara, tetapi aturan baru di 2026 menuntut persiapan lebih matang.