Jika kamu berencana bepergian ke China dalam waktu dekat, penting untuk mengetahui bahwa Negeri Tirai Bambu kini menerapkan kebijakan baru terkait barang bawaan di pesawat.
Kebijakan ini khusus mengatur tentang powerbank, di mana China secara resmi memberlakukan pembatasan baru terhadap barang tersebut untuk penerbangan yang lepas landas dari negaranya.
Aturan Terbaru Batas Kapasitas Powerbank di China
China baru saja memperketat aturan mengenai batas kapasitas powerbank yang boleh dibawa penumpang ke dalam pesawat, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Kebijakan ini dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC) sebagai langkah untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
Aturan baru ini mulai berlaku efektif pada 28 Juni 2025 dan mewajibkan seluruh powerbank yang dibawa penumpang memenuhi ketentuan berikut:
- Memiliki tanda Sertifikasi Wajib Tiongkok (China Compulsory Certification/CCC).
- Kapasitas maksimum 20.000 mAh.
- Powerbank dengan kapasitas di bawah 100 Wh boleh dibawa ke dalam pesawat tanpa syarat tambahan.
- Powerbank dengan kapasitas antara 100 hingga 160 Wh boleh dibawa, namun harus mendapat persetujuan maskapai sebelum penerbangan.
- Powerbank dengan kapasitas lebih dari 160 Wh dilarang total untuk dibawa ke dalam pesawat.
Salah satu kebijakan penting yang perlu diperhatikan adalah kewajiban adanya tanda CCC pada powerbank yang dibawa penumpang. Tanda ini menunjukkan bahwa powerbank telah diuji dan dinyatakan aman sesuai standar keselamatan yang berlaku di China, sehingga keamanannya lebih terjamin saat dibawa ke dalam pesawat.
Singkatnya, sertifikasi CCC ini mirip dengan tanda Standar Nasional Indonesia (SNI) di Indonesia.
Namun, perlu dicatat bahwa aturan baru mengenai powerbank ini hanya berlaku untuk penerbangan yang lepas landas dari China. Artinya, powerbank yang tidak memenuhi spesifikasi di atas masih boleh dibawa masuk ke China, tetapi kemungkinan besar tidak akan diizinkan dibawa keluar saat kamu hendak pulang.
Kenapa Ada Batasan Powerbank di Pesawat?
Pembatasan powerbank di pesawat, termasuk yang baru diterapkan oleh China, tentu bukannya tanpa alasan.
Powerbank mengandung baterai lithium-ion yang mampu menyimpan energi cukup besar. Jika tidak ditangani dengan benar, baterai jenis ini bisa mengalami panas berlebih (overheat), korsleting, bahkan berpotensi terbakar atau meledak.
Selain itu, maraknya insiden kebakaran pesawat akibat powerbank juga menjadi faktor utama yang mendorong lahirnya kebijakan ini. Salah satu kasus yang cukup menggemparkan terjadi pada pesawat Air Busan pada Januari 2025.
Saat itu, dua powerbank meledak dan terbakar di kompartemen bagasi kabin pesawat Air Busan ketika pesawat masih dalam proses boarding di Bandara Gimhae, Busan, Korea Selatan. Insiden ini menghanguskan sebagian besar badan pesawat dan memicu kekhawatiran besar akan keselamatan penerbangan.
Risiko kebakaran sekecil apa pun menjadi sangat serius dalam penerbangan, mengingat kabin pesawat adalah ruang tertutup dengan tekanan tinggi. Kebakaran kecil saja dapat berakibat fatal bagi keselamatan penumpang dan kru.
Karena itulah, pemerintah China kini memperketat aturan mengenai kapasitas maksimal serta mewajibkan sertifikasi powerbank yang boleh dibawa ke dalam pesawat, demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.