
Menjelajahi dunia saat bulan suci Ramadan memberikan pengalaman spiritual yang unik. Pada tahun 2026, tantangan dan suasana puasa di berbagai belahan dunia akan sangat bervariasi tergantung pada letak geografisnya. Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan, penting untuk mengetahui durasi siang hari di destinasi tujuan agar ibadah tetap lancar.
Faktor yang Mempengaruhi Durasi Puasa di Tiap Negara

Letak kemiringan bumi terhadap matahari menyebabkan perbedaan durasi siang dan malam. Hal ini membuat pengalaman puasa di berbagai negara tidak pernah sama. Di wilayah utara, matahari cenderung bersinar lebih lama, sementara di wilayah selatan, waktu siang cenderung lebih singkat.
Negara yang berada di dekat Garis Khatulistiwa, seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura, cenderung memiliki durasi siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun, sehingga waktu puasa biasanya berkisar 12-13 jam setiap tahunnya.
Negara dengan Waktu Puasa Terlama
Bagi traveler yang menyukai tantangan atau ingin merasakan suasana musim semi/panas di belahan bumi utara, bersiaplah untuk durasi puasa yang mencapai 16 hingga 18 jam. Beberapa negara dengan waktu puasa terlama pada tahun 2026 adalah:
Greenland (Nuuk)

Greenland berada di wilayah Lingkaran Arktik (Kutub Utara). Dalam geografi, semakin jauh sebuah tempat dari garis khatulistiwa (ekuator) menuju kutub, maka perbedaan durasi siang dan malamnya akan semakin ekstrem. Nuuk terletak di sekitar garis lintang 64 derajat LU, yang artinya sangat dekat dengan titik di mana matahari bisa bersinar hampir sepanjang hari pada musim-musim tertentu.
Estimasi Waktu: Subuh 03:30 – Maghrib 21:15 (~17 jam 45 menit)
Islandia (Reykjavik)

Lokasinya yang hanya sedikit di bawah Lingkaran Arktik membuat Islandia mengalami fenomena "siang yang panjang" dengan sangat ekstrem saat memasuki musim semi. Pada bulan Maret-April 2026, kemiringan bumi membuat Islandia mendapatkan paparan sinar matahari yang hampir terus-menerus.
Estimasi Waktu: Subuh 03:45 – Maghrib 21:00 (~17 jam 15 menit)
Finlandia & Norwegia

Pada tahun 2026, Ramadan berlangsung saat kutub utara semakin condong ke arah matahari. Di kota-kota seperti Oslo (Norwegia) atau Helsinki (Finlandia), jalur lintasan matahari di langit cenderung mendatar dan melengkung lama sebelum akhirnya terbenam. Dampaknya karena matahari terbenam dengan sudut yang sangat landai, proses transisi dari terang ke gelap membutuhkan waktu yang lama.
-
Finlandia (Helsinki): Subuh 04:00 – Maghrib 20:30 (~16 jam 30 menit)
-
Norwegia (Oslo): Subuh 04:15 – Maghrib 20:15 (~16 jam)
Negara dengan Waktu Puasa Tercepat
Jika Anda mencari destinasi yang lebih "ramah" dari segi durasi waktu, belahan bumi selatan adalah tujuannya. Negara dengan waktu puasa tercepat biasanya hanya memakan waktu sekitar 11 hingga 12 jam saja. Daftar negaranya antara lain:
Selandia Baru (Christchurch)

Menjadi salah satu yang tercepat dengan waktu sekitar 11 jam. Karena kemiringan sumbu bumi sebesar 23,5 derajat saat belahan utara condong ke matahari, belahan selatan justru menjauh dari matahari. Akibatnya, lintasan matahari di langit Selandia Baru menjadi lebih pendek dan lebih rendah.Dampaknya: Matahari terbit lebih lambat dan terbenam jauh lebih awal.
Estimasi Waktu: Subuh 06:15 – Maghrib 17:30 (~11 jam 15 menit)
Chile & Argentina

Negara-negara di ujung Amerika Selatan ini memiliki posisi geografis yang mendekati Kutub Selatan (Antartika).Kota-kota seperti Ushuaia (Argentina) atau Punta Arenas (Chile) berada di garis lintang sangat tinggi di selatan. Posisi matahari di sini pada bulan Maret hingga April hanya muncul sebentar di atas cakrawala sebelum kembali tenggelam.
-
Chile (Punta Arenas): Subuh 06:45 – Maghrib 18:00 (~11 jam 15 menit)
-
Argentina (Ushuaia): Subuh 07:00 – Maghrib 18:15 (~11 jam 15 menit)
Afrika Selatan (Johannesburg)

Even though it is not as far south as Chile, South Africa still offers very friendly fasting times. Johannesburg's position in the southern hemisphere ensures that its daylight duration remains short during the month of Ramadan 2026. The angle of the sun's rays, which are not too intense during the local autumn/winter, makes the atmosphere feel cool. The impact: With a fasting time of around 12 hours, pilgrims have more time at night to rest.